My Colour..

August 5, 2009

Rindu abu-abu..

Filed under: poem — maydarizkyhapsari @ 1:39 pm

Tak banyak kata..
Tak jua isyarat..
Hanya mata..
Hanya hati..
Yang tak kurungkan rasa..
Yang tak urungkan asa..
Tak berani banyak kata..
Tak ingin bertanya..
Dalam abu abu..
Aq merindu..

June 10, 2009

Sedikit tentang ekonomi dan politik

Filed under: celoteh — Tags: , , — maydarizkyhapsari @ 2:59 pm

Ekonomi Neoliberalisme

Sesuai dengan namanya, neo berarti baru dan liberalisme (liberal / bebas), maka liberalisme adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Sebagai salah satu varian dari kapitalisme yang terdiri dari merkantilisme, liberalisme, keynesianisme, neoliberalisme dan neokeynesianisme, neoliberalisme adalah sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang terdapat dalam liberalisme.
Faham liberal yang mendominasi negara-negara didunia sejak akhir perang dunia II sampai dengan tahun 1970an, berpendapat perlunya suatu perencanaan ekonomi yang dapat menghindari terulangnya kembali depresi besar pada tahun 1930an, yaitu dengan mengatur perdagangan bebas berdasarkan nilai tukar tetap yang ditentukan oleh pemerintah dan mata uang dollar AS sebagai patokannya yang dapat ditukar dengan emas pada harga tetap. Faham ini beranggapan bahwa kesejahteraan ekonomi akan dicapai dengan menerapkan sistem pasar bebas tetapi dengan campur tangan pemerintah dan memberikan ruang gerak sangat besar bagi para memilik modal sebagai penggerak utama ekonomi. Faham liberal ternyata mengakibatkan akumulasi kapital dari pemilik modal, meningkatkan pengangguran dan inflasi yang berkepanjangan dan akhirnya kolap. Faham ini kemudian diperbaiki dan diganti dengan neoliberalisme.
Washington Consensus pada awalnya diperkenalkan oleh John Williamson yang menggagas sepuluh butir kebijakan ekonomi sebagai resep standar yang disepakati oleh Bank Dunia, Dana Moneter Internasional dan Departemen Keuangan Amerika, yang ketiganya bermarkas di Washington, untuk negara-negara berkembang di Amerika Latin yang mengalami krisis ekonomi pada waktu itu. Kesepuluh butir kebijakan ekonomi tersebut yaitu : 1). Defisit anggaran untuk menjaga stabilitas harga dan ekonomi makro sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi. 2). Realokasi pembelanjaan pemerintah dari sektor-sektor yang kurang ekonomis ke sektor-sektor yang memiliki potensi meningkatan distribusi pendapatan seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. 3). Reformasi perpajakan untuk memperluas obyek pajak. 4). Liberalisasi sektor keuangan dengan suku bunga yang ditentukan oleh pasar. 5). Penyatuan nilai tukar mata uang pada tingkat yang kompetitif untuk mempercepat pertumbuhan ekspor. 6). Pembatasan perdagangan secara kuantitatif diganti dengan penetapan tarif. 7). Menghapus berbagai hambatan bagi masuknya penanaman modal langsung. 8). Privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara. 9). Penghapusan berbagai peraturan yang membatasi masuknya pemain baru atau tingkat persaingan. 10). Sistem hukum harus menjamin hak-hak kepemilikan dan berlaku bagi sektor informal.
Dari kesepuluh butir kebijakan ekonomi tersebut, yang paling mendekati faham neoliberal menurut penggagasnya, John Williamson, adalah butir tentang privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara, dengan tujuan terutama untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan tersebut. Menurutnya, penolakan terhadap privatisasi tersebut lebih disebabkan oleh prosesnya yang korup dan hak monopoli yg masih dinikmati oleh perusahaan hasil privatisasi sementara regulasi yang ada tidak memadai untuk melakukan kontrol terhadap keduanya.
Jika dikaitkan dengan proses globalisasi yang melanda Negara-negara maju, maka sistem ekonomi neoliberalism memang sesuai dengan kondisi tersebut. Tetapi, untuk emerging countries (seperti Indonesia), terpaan gelombang globalisasi jika tidak disertai dengan kesiapan dunia usaha untuk berkompetisi di pasar global adalah sebuah keniscayaan.
Prinsip dasarnya kebijakan ekonomi pasar neoliberal adalah sebagai berikut: (1) tujuan utama ekonomi neoliberal adalah pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar; (2) kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi diakui dan (3) pembentukan harga pasar bukanlah sesuatu yang alami, melainkan hasil dari penertiban pasar yang dilakukan oleh negara melalui penerbitan undang-undang (Giersch, 1961). Faham neoliberal mensyaratkan adanya pengalihan sebagian peran pemerintah kepada swasta dalam rangka efisiensi birokrasi dan perbaikan ekonomi.

Ekonomi Kerakyatan

Dari sisi etimologis, menurut Mubyarto, ekonomi rakyat bukan berasal dari dua kata yang terpisah, yakni “ekonomi” dan “rakyat” tetapi muncul sebagai lawan dari “ekonomi konglomerat”. Intinya, ekonomi rakyat adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan rakyat sesuai dengan Pasal 33 ayat 1 UUD 45 dan sila ke empat Pancasila. Artinya, rakyat harus berpartisipasi penuh secara demokratis dalam menentukan kebijaksanaan ekonomi dan tidak menyerahkan begitu saja keputusan ekonomi kepada kekuatan atau mekanisme pasar.
Ukuran apakah sistem ekonomi rakyat telah dijalankan atau tidak, terletak pada implementasinya dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Dalam ekonomi rakyat, aturan mainnya adalah keadilan ekonomi, yaitu aturan main tentang ikatan-ikatan ekonomi yang didasarkan pada etika.
Ekonomi rakyat muncul sebagai akibat adanya kesenjangan sosial ekonomi dalam masyarakat (Kartasasimita, 1996). Kegiatan ekonomi masyarakat lapisan bawah inilah yang disebut ekonomi rakyat. Ekonomi rakyat dapat dikenal dari ciri-ciri pokoknya yang bersifat tradisional, skala usaha yang kecil, dan kegiatan atau usaha ekonomi bersifat sekedar untuk bertahan hidup (survival).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ekonomi rakyat adalah ekonomi partisipatif yang memberikan akses wajar dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat dalam memperoleh input, proses produksi, distribusi, dan konsumsi tanpa ada hambatan masuk ke pasar, serta dalam pengelolaannya menjamin kelestarian sumberdaya alam pendukungnya.
Lebih jauh, pengertian “jaringan ekonomi kerakyatan” adalah sistem susunan dan hubungan antara berbagai kelembagaan ekonomi baik secara horisontal maupun secara vertikal yang ada dalam suatu masyarakat. Dengan demikian, transformasi kelembagaan tradisional untuk memperkuat jaringan ekonomi kerakyatan di pedesaan menyangkut transformasi dari beberapa jenis kelembagaan yang ada serta menyangkut aspek struktur kelembagaan, tugas pokok dan fungsi yang dijalankan, serta sistem tata hubungan antar kelembagaan baik secara horisontal maupun secara vertikal.
Kesenjangan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat sulit dihilangkan, bahkan ada kecenderungan melebar. Kesenjangan yang ada disebabkan adanya perbedaan dalam: pemilikan sumberdaya produktif (lahan dan modal), penguasaan teknologi, akses ke pasar dan kepada sumber-sumber informasi, keterampilan manajemen, serta adanya dampak globalisasi ekonomi.
Meskipun integrasi sistem ekonomi tradisional ke dalam sistem ekonomi modern sudah berlangsung, namun hasilnya menambah jurang kesenjangan yang ada. Kondisi di atas menjadikan sulitnya melakukan transformasi dari struktur masyarakat agraris menjadi struktur yang berdasarkan perkembangan industri dan pertanian secara seimbang (Tjondronegoro, 1999).
John Commons dalam Mubyarto (2002), mengakui prinsip ekonomi neoklasik tentang kelangkaan (scarcity) dan asas efisiensi untuk mengatasinya, tetapi berbeda dengan teori ekonomi klasik dalam cara-cara mencapai “harmoni” atau “keseimbangan”. Bukan dengan menyerahkannya pada mekanisme pasar melaui persaingan (competition), tetapi melalui kerjasama (cooperation) dan tindakan bersama (collective action). Diharapkan akan tercapai keseimbangan antara pertumbuhan dalam jangka pendek di satu sisi dan aspek pemerataan dan sustainabilitas dalam jangka panjang di sisi lain.

Ekonomi Pancasila

Tidak dapat disangkal bahwa hangatnya polemik tentang sistem ekonomi Indonesia sekitar tahun 1980an berkisar kepada gagasan Mubyarto mengenai Sistem Ekonomi Pancasila (SEP). Sebutan SEP sebenarnya telah dilontarkan lebih dulu oleh Emil Salim dalam suatu artikel pada harian Kompas tanggal 30 Juni 1966.
Di kalangan para pelopor SEP terdapat dua cara pandang. Pertama, jalur yuridis formal, yang berangkat dari keyakinan bahwa landasan hukum SEP adalah pasal 33 UUD 1945, yang dilatarbelakangi oleh jiwa Pembukaan UUD 1945 dan dilengkapi oleh pasal 23, 27 ayat 2, 34, serta penjelasan pasal 2 UUD 1945. Pelopor jalur ini, misalnya adalah Sri-Edi Swasono dan Potan Arif Harahap.
Jalur kedua adalah jalur orientasi, yang menghubungkan sila-sila dalam Pancasila. Termasuk dalam kubu ini adalah Emil Salim, Mubyarto, dan Sumitro Djojohadikusumo. Pada dasarnya mereka menafsirkan SEP sebagai sistem ekonomi yang berorientasi pada sila I, II, III, IV, dan V. Perbandingan pemikiran ketiga tokoh ini dapat dilihat dalam Tabel 1. Terlihat bahwa ketiganya berusaha menjabarkan ideologi Pancasila dalam dunia ekonomi dan bisnis.
Tabel 1. Perbandingan SEP versi Emil Salim, Mubyarto, dan Sumitro Djojohadikusumo
SILA
EMIL SALIM
MUBYARTO
SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO
I
Mengenal etika dan moral agama
Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial, dan moral
Ikhtiar untuk senantiasa hidup dekat dengan Tuhan YME
II
Titik berat pada nuansa manusiawi dalam menggalang hubungan ekonomi dalam perkembangan masyarakat
Ada kehendak kuat dari masyarakat untuk mewujudkan kemerataan sosial (egalitarian), sesuai asas kemanusiaan
Ikhtiar untuk mengurangi & memberantas kemiskinan dan pengangguran dalam penataan perekonomian masyarakat
III
Membuka kesempatan ekonomi secara adil bagi semua, lepas dari kedudukan suku, agama, ras, atau daerah
Nasionalisme menjiwai setiap kebijaksanaan ekonomi
Pola kebijakan ekonomi & cara penyelenggaraannnya tidak menimbulkan kekuatan yang mengganggu persatuan bangsa & kesatuan negara
IV
Bermuara pada pelaksanaan demokrasi ekonomi & politik
Koperasi merupakan sokoguru perekonomian dan merupakan bentuk paling kongkrit dari usaha bersama
Rakyat berperan dan berpartisipasi aktif dalam usaha pembangunan
V
Memberi warna egalitarian dan social equity dalam proses pembangunan
Imbangan yang tegas antara perencanaan di tingkat nasional dan desentralisasi
Pola pembagian hasil produksi lebih merata antar golongan, daerah, kota-desa
Sumber: Kuncoro (2000: 199)
Agaknya ini sejalan dengan pandangan yang menyatakan bahwa Pancasila merupakan ideologi terbuka, yang artinya nilai dasarnya tetap, namun penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan dinamika perkem-bangan masyarakat Indonesia (Alfian, 1991).
Pancasila sering juga disebut sebagai kombinasi antara Declaration of Independence dan Manifesto Komunis. Tetapi yang lebih tepat, Pancasila intinya adalah kombinasi tiga ideologi, yaitu Nasionalisme, Sosialisme dan Demokrasi, tetapi kesemuanya didasarkan pada Humanisme dan kepercayaan Monoteisme. Bung Karno sendiri dalam salah satu artikelnya menyebut tiga sumber ideologi, yaitu Nasionalisme, Islamisme dan Komunisme. Sedangkan Bung Hatta menyebut tiga sumber lain, yaitu Islam, Sosialisme dan budaya Indonesia.
Jika Ekonomi Pancasila dapat dirumuskan sebagai “ekonomi yang mendasarkan diri pada nilai-nilai Pancasila”, maka Ekonomi Pancasila sebenarnya adalah sebuah sistem Ekonomi Campuran.
Ekonomi Pancasila disebut juga sebagai ekonomi yang berasaskan kekekeluargaan, kegotong-royongan dan kerjasama. Ini adalah nilai-nilai tradisional yang bersumber pada budaya Indonesia. Tapi asas kekeluargaan ini, yang berdasarkan kepada solidaritas mekanis, telah ditransformasikan menjadi solidaritas fungsional, dengan nilai-nilai individualita dalam lembaga koperasi.
Secara epistemologis Ekonomi Pancasila perlu digambarkan dalam sebuah deskripsi dan analisis mengenai Sistem Ekonomi Pancasila, yaitu sistem ekonomi yang disusun berdasarkan UUD 1945, termasuk Pancasila, khususnya berpedoman pada pasal 33. Sokoguru sistem ekonomi ini adalah koperasi, khususnya model koperasi negara-negara Nordic yang sudah cukup baku, baik dari aspek makro maupun mikro. Tapi koperasi Indonesia adalah koperasi yang dibentuk di atas perekonomian rakyat yang terdiri dari usaha keluarga (usaha mikro), usaha kecil dan menengah, sebagaimana pernah digambatrkan oleh Bung Hatta.
Sebagai ekonomi campuran, Ekonomi Pencasila mengkhususkan pada aspek peranan negara sebagai regulator terutama melalui lembaga perencanaan pusat dan peranan negara sebagai aktor, yang berwujud badan usaha milik negara. Selain itu, berdasarkan Mukaddimah UUD 1945, negara mewujudkan kesejahteraan umum masyarakat, sebagaimana yang terdapat dalam konsep Negara Kesejahteraan dari kawasan Eropa Barat Nordic. Salah satu bentuk kesejahteraan itu adalah adanya sistem jaminan sosial (social security) yang di negara-negara sedang berkembang berbentuk sistem perlindungan sosial (social protection) dan di masa krisis
berbentuk jaringan pengaman sosial (social safety net).
Sebagai ekonomi campuran pula, Ekonomi Pancasila mengandung unsur pasar dan modal di satu pihak serta negara dan kekuasaan di lain pihak. Hanya saja, jika pasar didefinisikan sebagai pasar-sosial atau pasar yang berkeadilan, modal disini diartikan secara luas, yang mencakup modal sosial, modal kultural, dan modal spiritual, sehingga perekonomian terbebas dari sistem kapitalis.
Akhirnya, secara aksiologis Ekonomi Pancasila perlu ditegaskan sebagai perekonomian yang bertujuan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan ketimpangan, kesenjangan, ekspoitasi dan ketargantungan, melalui partisipasi rakyat dalam kegiatan ekonomi sehingga tercapai suatu kondisi masyarakat yang beradilan atau masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Karena itu rumusan normatif mengenai Ekonomi Pancasila perlu disusun. Sebagaimana dikatakan oleh Bung Hatta, kita harus selalu ingat kepada pedoman normatif dalam kegiatan ekonomi, yaitu Pancasila yang perlu ditafsirkan secara sosial-ekonomi.

Perbedaan dan persamaan dalam sistem ekonomi Neoliberalisme, Kerakyatan, dan Pancasila

Persamaan paling mencolok terlihat antara sistem ekonomi pancasila dan kerakyatan dimana dasar yang digunakan bersumber dari sila-sila dalan Pancasila dan UUD 1945 terutama pasal 33.
Sementara, perbedaan mendasar yang paling terlihat, yaitu antara sistem ekonomi neoliberalisme dan sistem ekonomi kerakyatan dan pancasila adalah dasar pemikirannya. Neoliberalisme dikatakan sebagai akibat dari konsensus Washington dimana salah satu kebijakannya adalah dengan melakukan privatisasi. Sementara sistem ekonomi pancasila dan kerakyatan bersumber dari UUD 1945 dan Pancasila, dimana kebijakan-kebijakan yang timbul sesuai dan sejalan dengan UUD 1945 dan Pancasila itu sendiri.
Sistem ekonomi neoliberalisme lahir untuk melengkapi cabang kapitalisme yang terdahulu, yaitu liberalisme, dan disebut-sebut sebagai efek dari proses globalisasi. Sementara sistem ekonomi pancasila dan kerakyatan bersumber dari ideologi bangsa sejak dulu. Sebagaimana visi, misi, tujuan dan cita-cita bangsa terkandung di dalamnya, sehingga tidak serta merta begitu mudahnya mengalami perubahan, karena ideologi bangsa adalah identitas bangsa Indonesia itu sendiri.
Dalam ilmu ekonomi, dikenal masalah yang paling mendasar dan crusial dalam kehidupan adalah mengenai kelangkaan barang, sementara kebutuhan manusia semakin banyak dan beragam. Sistem ekonomi kerakyatan mengajarkan untuk mengatasi kelangkaan tersebut dengan kerja sama dan juga gotong-royong, namun lain halnya dengan neoliberalisme yang memberikan kesempatan kepada pasar untuk menguasai dan menyelesaikan kelangkaan tersebut. Di sinilah lagi-lagi perbedaan pandangan antara kedua sistem ekonomi tersebut.
Selain itu, pada sistem ekonomi neoliberal, sektor swasta memegang peranan utama dalam perekonomian, dimana campur tangan negara direduksi. Sementara pada sistem ekonomi pancasila dan kerakyatan, kebijakan negara berjalan seirama dengan kepentingan rakyat banyak memegang peranan penting.
Pasar bebas sebagai ciri dasar neoliberalisme, tentu saja berbeda maksudnya dengan pasar sebagai usaha kerakyatan.

Selanjutnya, sistem ekonomi apa yang cocok diimplementasikan di Indonesia?

Penjelasan sederhana dari berbagai artikel di atas mengenai teori ekonomi neoliberalisme, kerakyatan, dan pancasila sekali lagi merupakan akibat dari perkembangan isu-isu yang berkembang dalam hubungannya dengan kebutuhan dan perubahan dalam masyarakat. Dalam buku-buku baku tentang sistem ekonomi, tidak ada penafsiran murni mengenai suatu sistem ekonomi, semuanya merupakan pendapat dari para ahli. Bahkan penggagas kapitalisme, Adam Smith juga memulai teorinya dengan berbagai argumentasi.
Ekonomi neoliberal digambarkan sebagai suatu paham ekstrem dimana kebebasan benar-benar sepenuhnya berada di tangan swasta (pemerintah diabaikan) dan dibandingkan dengan sistem ekonomi kerakyatan dimana sistem ekonomi ini bertujuan untuk meningkatkan hajat hidup rakyat banyak dengan kedaulatan berada di tangan rakyat.
Padahal, sebagai paham yang ekstrem dari induk kapitalisme, neoliberalisme lebih layak jika dibandingkan dengan paham komunisme dimana sepenuhnya perekonomian dengan perencanaan terpusat dan kepemilikan ada pada negara.
Tetapi dalam kenyataannyapun, negara-negara kaya di Amerika, Eropa, dan Asia, yang berlabel kapitalis ternyata sarat dengan praktik-praktik di luar pasar, seperti tunjangan penganggur, berbagai bentuk jaminan sosial, dan penyediaan jasa publik seperti sekolah dan kesehatan. Banyak juga dari negara-negara tersebut yang memberikan subsidi dan beragam perlindungan terhadap industri ataupun produk lokal, baik terang-terangan maupun terselubung.
Dan sebaliknya, sedemikian sehingga tidak ada sistem politik yang benar-benar ekstrem ke kiri (dalam hal ini neoliberalisme) maupun ke kanan (dalam hal ini komunisme). Tetapi berada di tengah-tengah antara keduanya. Karena, tak satu negara pun yang menyerahkan roda perekonomian pada mekanisme pasar bebas dan kepemilikan sepenuhnya pada swasta. Sementara, pada sisi ekstrem yang lain, tak ada satu negara pun yang mengendalikan sepenuhnya perekonomian dengan perencanaan terpusat dan kepemilikan sepenuhnya pada negara.
Silang pendapat antar para ahli, menunjukkan bahwa antara paham yang satu dengan lainnya adalah merupakan beragam pernyataan dari pemikiran logis, disamping merupakan tuntutan dari arus globalisasi yang terjadi dalam berbagai segi kehidupan. Tak pelak lagi, neoliberalisme sebagai paham gaya baru dianaktirikan dan dihindari. Padahal, dalam kenyatannya neoliberalisme murni sendiri sulit untuk direalisasikan.
Sementara pancasila sebagai ideologi negara telah melahirkan suatu sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi pancasila yang dalam kenyataannya justru juga sulit untuk diterapkan dalam tata perekonomian di Indonesia sendiri. Hal ini karena tujuan SEP untuk meningkatkan hajat hidup rakyat dengan partisipasi rakyat dirasa masih dalam angan, karena masih banyak rakyat Indonesia sendiri yang masih awam dengan kegiatan perekonomian sektor makro. Pancasila menitik beratkan pada industri kecil dan koperasi, padahal perlu lebih dari sekedar usaha untuk bertahan karena arus persaingan yang semakin terasa.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa Sistem Ekonomi Pancasila merupakan sistem ekonomi gabungan, maka tidak salah juga jika saya mencoba menggabungkan antara ideologi pancasila disesuaikan dengan masuknya arus globalisasi. Sehingga diperoleh perpaduan antara sistem ekonomi neoliberalisme dengan pancasila.
Lebih jauh, kondisi perekonomian di Indonesia saat ini masih belum stabil setelah bersusah payah keluar dari badai krisis tahun 1998 dan tahun 2008 yang meluluhlantakkan sistem perekonomian di sektor non-real (finansial). Tidak semua dunia usaha di Indonesia siap untuk berkompetisi di pasar global, sehingga pemerintah perlu melakukan berbagai kebijakan proteksi terhadap mekanisme impor produk dan kemudahan mekanisme ekspor produk (khususnya mengenai pengurusan Letter of Credit). Didalam proses membuat sebuah kebijakan ekonomi, sebuah negara tidak akan mungkin jika tidak melakukan penyesuaian terhadap kondisi dunia usaha sebagai bagian penting yang dapat menggerakkan sistem perekonomian di negara tersebut.
Pada dasarnya, ilmu ekonomi yang diajarkan pada hampir semua fakultas ekonomi di Indonesia dibangun di atas kerangka kapitalisme, maka sesungguhnya sulit dielakkan bila 99,9 persen ekonom Indonesia memiliki kecenderungan untuk menjadi penganut neoliberalisme.
Asalkan tetap berpedoman apa yang dicita-citakan oleh pendiri negara Indonesia tercinta, dan tetap memiliki pendirian dan berkepribadian atas segala efek samping dan perubahan di dunia luar, dengan tidak melupakan visi, misi dan tujuan bersama, bangsa Indonesia akan menemukan momentumnya sendiri untuk mengalami kejayaan. Karena suatu bangsa akan menjadi semakin besar, jika mengalami banyak cobaan dalam perjalanannya.

Referensi :

http://pemilu-2009.infogue.com/

http://www.khilafah1924.org/

http://rizqullah.niriah.com/

http://www.kr.co.id/web/

http://politikana.com/baca/

http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/

http://www.ekonomirakyat.org/

http://www.tempointeraktif.com/

http://www.bappenas.go.id/node/

http://www.pascaunhas.net/

http://www.pdf-search-engine.com/

June 9, 2009

Wake up, Indonesia!!!!!

Filed under: Uncategorized — maydarizkyhapsari @ 1:40 am

Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku.
Indonesia, kebangsaanku, bangsa dan tanah airku.
Marilah kita berseru, “Indonesia bersatu!”
Hiduplah tanahku, hiduplah neg’riku,
Bangsaku, rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya!

Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, neg’riku yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya! (*2)

Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya.
Disanalah aku berada untuk s’lama-lamanya.
Indonesia tanah pusaka, P’saka kita semuanya.
Marilah kita mendoa, “Indonesia bahagia!”
Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya,
Bangsanya, rakyatnya, semuanya.
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya!

Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, neg’riku yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya! (*2)

Indonesia, tanah yang suci, tanah kita yang sakti.
Di sanalah aku berdiri, Jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri, tanah yang aku sayangi.
Marilah kita berjanji, “Indonesia abadi!”
S’lamatlah Rakyatnya, S’lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya.
Majulah negrinya, majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya!

Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, neg’riku yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya! (*2)

Filed under: Uncategorized — maydarizkyhapsari @ 1:39 am

Cokelat – Bendera

Bendera – Cokelat

biar saja ku tak seindah matahari
tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu
biar saja ku tak setegar batu karang
tapi selalu ku coba tuk melindungimu

biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu
biar saja ku tak seelok langit sore
tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu

ku pertahankan kau demi kehormatan bangsaku
ku pertahankan kau demi tumpah darah
semua pahlawan-pahlawanku

* merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
ku akan selalu menjagamu

May 28, 2009

Blackberry vs Sectera Edge

Filed under: Uncategorized — maydarizkyhapsari @ 5:18 am

KOMPAS.com Kamis, 7 Mei 2009 | 10:23 WIB
Tahukah anda, titik balik Perang Asia Timur Raya yang awalnya dimenangkan oleh tentara Dai Nippon yang pada akhirnya berhasil dikalahkan oleh Amerika Serikat ternyata tidak didapatkan dari keunggulan mesin perang yang canggih baik oleh kapal perang, tank, pesawat atau nuklir (nuklir hanya mempercepat menyerahnya Jepang yang saat itu tetap ngeyel meskipun sebenarnya sudah kalah perang). Rahasia kemenangan Amerika terhadap Jepang adalah karena kode sandi rahasia (enkripsi) pesan yang digunakan oleh Jepang berhasil dipecahkan oleh Unit Kombat Intelijen Amerika.

Dan mulai saat itu segala kekuatan pasukan, gerakan, tipu daya dan strategi Jepang diketahui persis oleh Amerika. Titik balik Perang Asia Timur Raya diawali pada perang Midway dimana pasukan Amerika sukses membungkam 4 kapal induk Jepang karena sebelumnya telah mengetahui dengan persis data pasukan, arah gerakan serta tipuan apa yang akan digunakan Jepang pada perang di Midway. Pukulan telak kedua adalah berhasil disergapnya pesawat inspeksi Jepang ke Bougenville yang membawa Laksamana Yamamoto yang terkenal selalu on time (terkadang ngaret tidak selalu jelek yah?), di mana untuk keberhasilan misi ini membutuhkan informasi waktu, tempat dan kekuatan pesawat pengawal yang tepat.

Hal ini menunjukkan pentingnya perlindungan atas informasi penting baik komunikasi militer ataupun intelijen. Hal inilah yang mendasari keputusan para pejabat kepresidenan untuk “menyita” Blackberry presiden Obama karena khawatir atas kebocoran informasi jika Presiden Obama menggunakan perangkat tersebut sebagai alat komunikasi khususnya yang menyangkut rahasia negara.

Jaringan eksklusif

Blackberry (BB) merupakan smartphone yang sedang populer di Indonesia saat ini dan secara de Facto berhasil menggeser popularitas Nokia Communicator yang selama bertahun-tahun menguasai pangsa pasar terbesar smartphone di Indonesia, baik pengguna yang memang benar membutuhkan dan menggunakan secara penuh fitur tersebut maupun yang hanya ingin gaya/keren saja karena bisa beli ponsel mahal. Banyak keunggulan yang diklaim pengguna BB baik dari kemampuan push email, messenger, GPS, browsing dan seabrek keunggulan lainnya yang sebenarnya secara teknis juga dimiliki oleh Smartphone lainnya.

Kalau memang benar secara teknis BB tidak memiliki keunggulan fitur dan kemampuan yang signifikan dibandingkan dengan smartphone lainnya, lalu apa rahasianya sehingga BB bisa menguasai pangsa pasar smartphone yang sangat kompetitif. Jawabannya ada pada jaringan eksklusif yang dimiliki oleh RIM (Research In Motion) yang menghubungkan seluruh BB di seluruh dunia. Dengan adanya jaringan eksklusif ini, para pengguna BB dapat berkomunikasi baik mengirimkan email maupun BB Messenger (sejenis Yahoo Messenger) hanya mengandalkan PIN (nomor pengenal) BB dan hal ini hanya dapat dilakukan pada perangkat BB.

Faktor lain adalah karena jaringan yang dikelola sendiri oleh RIM memungkinkan RIM untuk menjaga kehandalan koneksi perangkatnya dimana sebagai contoh Pushmail yang menjadi salah satu fitur unggulan BB terkenal handal karena mengandalkan jaringan RIM untuk mendownload email dari mailserver manapun di seluruh dunia. Hal ini menghilangkan ketergantungan pada provider yang tidak bisa didapatkan perangkat lain yang mengandalkan 100 persen koneksi internet pada koneksi provider.

Selain itu, ada beberapa hal kecil tetapi sangat berpengaruh dimana RIM juga melakukan “pekerjaan rumahnya” memberikan layanan terbaik bagi pelanggan di mana ia melakukan kompresi untuk lalu lintas data jaringannya dan menerapkan beberapa aturan tambahan seperti tidak secara otomatis mengunduh lampiran email sehingga hal ini menurunkan bandwidth koneksi secara signifikan yang berakibat peningkatan kecepatan koneksi dibandingkan pesaingnya.

Pencuri HP yang berpengalaman akan menghindari mencuri BB, maksudnya jika dibandingkan dengan smartphone lainnya karena setiap perangkat BB yang terkoneksi ke server RIM harus memiliki pengenal yang unik yang di sebut PIN BB. Jika perangkat BB anda hilang, anda bisa melaporkan ke RIM sehingga PIN perangkat anda yang hilang tersebut diblokir dan otomatis perangkat BB curian tadi sampai jaman kuda gigit prosesorpun tidak akan bisa mengakses jaringan RIM dan hanya bisa melakukan telepon, SMS dan MMS yang hanya mengandalkan jaringan provider.

Dengan kata lain, Blackberrynya jadi kehilangan kekuatan utamanya, ibarat Samson di cukur sampai botak. Ini yang membedakan BB dengan smartphone biasa. Sebenarnya setiap telepon memiliki pengenal yang unik yang dikenal dengan istilah IMEI dan secara teori bisa diblokir dan tidak bisa dipakai lagi, tetapi yang menjadi masalah, provider di Indonesia tidak memiliki database yang terhubung sehingga “andaikan” provider anda bersedia melakukan pemblokiran IMEI HP yang hilang pada servernya tetapi jika HP tersebut menggunakan provider lain, maka HP tersebut akan bisa berfungsi. Untuk berhasil memblokir IMEI di satu provider saja sudah seperti dapat undian, ini meminta blokir IMEI di semua provider.

Selain digunakan untuk kepentingan positif, rupanya teroris Mumbai juga menggunakan BB dalam menjalankan aksinya, salah satu alasannya adalah karena enkripsi yang disediakan oleh perangkat ini sudah cukup aman dan membutuhkan usaha, biaya dan sumberdaya yang besar untuk dapat mengawasi komunikasi data seluruh pengguna Blackberry di satu negara, katakanlah India atau Indonesia sekalipun.

Sampai-sampai presiden Barrack Obama secara tidak langsung “mempromosikan”BB karena rupanya ia termasuk pengguna BB yang intensif dan banyak terbantu oleh BB dalam komunikasi ketika kampanye. Sehingga ketika ingin dipisahkan dari BBnya (tercinta), ia langsung melakukan perlawanan mempertahankan BBnya. Sebenarnya para petugas kantor kepresidenan tidak berlebihan karena untuk level Presiden Amerika Serikat, menggunakan BB untuk komunikasi resmi urusan kantor (Kepresidenan Amerika Serikat) sangat berbahaya. Salah satu hal yang ditakuti adalah pengaktifan GPS BB milik Obama akan memberikan koordinat yang tepat dimana dia berada dan hal ini akan sangat membantu pihak yang berniat jahat padanya.

Seperti diuraikan di atas, sebenarnya BB termasuk perangkat yang lebih aman dibandingkan dengan smartphone lainnya karena selain menggunakan jaringan provider, ia memiliki jaringan sendiri yang eksklusif. Tetapi ini hanya berlaku jika penggunanya orang awam dan bukan orang penting dengan data komunikasi yang penting dan di incar. Kalau smartphone dapat kita ibaratkan sebagai mobil yang dapat melindungi penggunanya dari ranjau paku karena sudah menggunakan ban tubeless, maka Blackberry bisa diibaratkan dengan mobil khusus dengan teknologi run flat tire. Jadi sekalipun terkena ranjau khusus ban tubeless mobil tetap stabil dijalankan sampai kecepatan 80 km per jam.

Tetapi Presiden Obama membutuhkan lebih dari itu, selain run flat tire, presiden Obama juga membutuhkan mobil antipeluru dan antibom mobil karena ancaman untuknya jauh lebih besar dari orang awam. Demikian pula dengan Blackberry dari Presiden Obama, meskipun sudah dilengkapi dengan jaringan eksklusif dari RIM (Researh in Motion) dan khusus untuk Blackberry Presiden Obama RIM juga memberikan enkripsi tambahan, hal ini masih tetap dinilai tidak aman oleh NSA (National Security Agency), agensi kriptografi pemerintah Amerika yang mengkhususkan diri melindungi informasi vital Amerika.

Hal ini diyakini benar karena seorang hacker terkenal, Kevin Mitnick secara tidak langsung sudah membeberkan langkah strategis untuk memecahkan kode sandi pelindung (enkripsi) Blackberry Obama yang sudah diperkuat dengan enkripsi ganda. Kalau bicara memecahkan enkripsi yang paling rumit sekalipun, sekumpulan hacker di Rusia dalam waktu tidak terlalu lama akan berhasil mencari cara untuk mengetahui informasi penting terenkripsi yang di kirimkan oleh Presiden Obama, belum lagi bicara pemerintah negara lain yang berkepentingan yang memiliki dana dan sumberdaya yang dapat dikatakan tidak terbatas untuk memecahkan kode sandi enkripsi ini, karena pada prinsipnya tidak ada enkripsi yang aman di dunia ini dan hanya masalah waktu dan sumberdaya saja untuk memecahkan satu enkripsi rumit.

Hal ini terbukti pada Perang Dunia II dimana pihak sekutu berhasil memecahkan enkripsi intelijen Enigma milik Jerman dan Purple yang digunakan oleh angkatan bersenjata Dai Nippon. Karena itulah NSA merekomendasikan prangkat pengganti BB untuk Presiden Obama yang diproduksi oleh General Dynamics, Sectera Edge. Perangkat komunikasi yang “diklaim” paling aman di dunia (saat ini) karena sudah disertifikasi oleh NSA.

Sectera Edge

Sectera Edge adalah perangkat komunikasi yang sudah disertifikasi oleh NSA sehingga dipercaya untuk menjadi pengganti BB presiden Obama dalam melakukan komunikasi kepresidenan. Salah satu kunci pengamanan Sectera Edge ini adalah karena jaringannya yang digunakannya SIPRnet (Secret Internet Protocol Router Network) terpisah dan tidak digabungkan dengan jaringan komunikasi konvensional lain. Sectera Edge dapat memanfaatkan tiga modul komunikasi yaitu Wi-Fi, GSM dan CDMA. Selain itu, ia memiliki keunggulan tahan debu, tahan air (baik kena air hujan maupun tercebur ke dalam selokan), tahan perubahan cuaca ekstrem dan tahan guncangan dimana jika terjatuh dari ketinggian 4 kaki ke permukaan keras masih tetap berfungsi dengan baik.

Yang cukup mengejutkan, Sectera Edge ini menggunakan OS Microsoft Windows Mobile dimana di dalamnya termasuk Word, Excel, Powerpoint dan Windows Media Player. Walaupun di dunia komputer “om”nya Windows Mobile ini a.k.a sistem operasi Windows merupakan yang paling banyak diserang virus, tetapi di dunia seluler ternyata yang paling banyak diserang virus ternyata adalah sistem operasi Symbian dan mayoritas penyebarannya memanfaatkan Bluetooth dan memory card. Hal ini merupakan konsekuensi logis dimana sistem operasi yang paling menggoda pembuat virus bukan menunjuk pada satu merek tertentu tetapi sistem operasi yang paling populer karena pembuat virus akan membidik jumlah korban potensial yang paling banyak.

Perlu ditegaskan kembali bahwa Sectera Edge ini walaupun sering diplesetkan sebagai Barrackberry, ternyata tidak memiliki hubungan apapun dengan Blackberry. Blackberry merupakan produk besutan RIM dari Kanada dengan dengan sistem operasi Blackberry, sedangkan Sectera Edge adalah produk General Dynamics, kontraktor militer langganan pemerintah Amerika Serikat yang menggunakan sistem operasi Windwos Mobile.
Sekuriti berbanding terbalik dengan kenyamanan, demikian pula yang harus diterima oleh pengguna Sectera Edge.

Selain ukurannya yang besar dan menyerupai bakiak dan tangguh sehingga tetap masih bisa berfungsi walaupun sudah dipakai untuk melempar kepala penjahat, tidak sembarang peralatan komunikasi bisa terhubung dengan Sectera Edge. Sebagai contoh, karena data suara di enkripsi, maka untuk mendengarkan suara tersebut, lawan bicaranya juga harus menggunakan perangkat yang dapat mendekripsi data yang telah di enkripsi tersebut.

Jadi lawan bicaranya harus menggunakan Sectera Edge compatible GSM phone atau telepon biasa yang memiliki kemampuan dekripsi percakapan yang di enkripsi Sectera Edge. Fitur ini yang diberi nama Talk Secure. Secara teori, cara untuk mengetahui data yang dienkripsi adalah dengan mendapatkan kunci dekripsinya dan kemungkinan kunci yang di incar oleh pihak yang berkepentingan dalam mengalahkan pengamanan Sectera Edge adalah teknologi Talk Secure ini (baik secara software maupun hardware).

Selain itu, ada satu hal yang tidak mengenakkan bagi Obama menggunakan Sectera Edge ini, bandwidth SIPRnet dijaga ketat oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dimana semua komunikasi data diawasi oleh sejumlah dewan pengawas yang bertugas menyaring dan mengukur tingkat keamanan data yang mengalir. Bayangkan seperti film “24″, bagaimana kalau justru dewan pengawas ini yang berhasil disusupi, enkripsi secanggih seperti apa juga akan percuma. Hukum sekuriti kembali berlaku, titik terlemah dalam implementasi sekuriti adalah ..… manusia.

Note:
Menyimpang dari info di atas,,
Otakku pun baru-baru ini berhasil disusupi enkripsi sekelas anak TK!! Huff!!
Tebak aja,,
1=4, 2=3, 3=4, 4=5, 5=4,6=4, 7=5, 8=7, 9=8, 10=7,
11=7, 12=8, 13=8, 14=10, 15=9. 16=9. 17=10, 18=12, 19=13, 20=8,
21=12,….
…. 100=7
…. 1000=6
Hiyaaaaa, ngeselin!!

Ataw maw nyoba versi yang lain,
1=3, 2=3, 3=5, 4=4, 5=4, 6=3, 7=5, 8=5, 9=4, 10=3,
…. 100=10
…. 1000=11
Hahahaaaa..
Ada-ada aj maenannya anak matematika..

Untuk teman-teman yang berjuang di ladang yang sama, BERSEMANGAT!!!!

Sectera Edge

Sectera Edge

May 25, 2009

Touchy abeeeeezzzz..

Filed under: Uncategorized — maydarizkyhapsari @ 1:54 pm

Sedih…
Ku tahu kini perasaanmu…
kepadaku..

Sedih..
Saat engkau tak yakin kepadaku..
akan cintaku..

Jalan Berliku takkan membuatku..
Menyerah akan cinta kita..

Tatap mataku dan kau akan tahu..
semuanya yang kurasakan..

Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu..
sesering kau coba tuk mematikan hatiku..
takkan terjadi karna ku tahu kau hanya untukku..

aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…

Tatap mataku dan kau akan tahu…
Semuanya yang kurasakan….

Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu..
sesering kau coba tuk mematikan hatiku..
takkan terjadi karna ku tahu kau hanya untukku..

Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…

Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…

Rio Febrian
Aku Bertahan

Between Game Theory and Football..

Filed under: Uncategorized — maydarizkyhapsari @ 1:40 pm

Teori Permainan

Dalam sepakbola, kita mengenal adanya tendangan pinalti bahkan kita juga mengenal istilah “drama adu pinalti” ketika kemenangan suatu tim tergantung dari berhasil atau tidaknya sebuah tendangan pinalti. Ketika terjadi tendangan pinalti, seorang pemain harus menghadapi penjaga gawang tim lawan dalam adu mentalitas.

Setiap pemain harus memutuskan ke arah mana dia akan menendang bola. Setelah seorang pemain menendang bola, umumnya hanya dibutuhkan waktu 0.3 detik sebelum bola tersebut masuk ke gawang dan untuk mampu menghadang bola tersebut seorang penjaga gawang harus memutuskan ke arah mana dia harus melompat bahkan sebelum bola tersebut ditendang. Lalu tindakan apakah yang paling optimal bagi pemain dan penjaga gawang?

Teori Permainan atau lebih dikenal sebagai Game theory, berperan untuk memberikan analisis matematika dari suatu permainan. Permainan disini adalah segala bentuk interaksi antar individu yang mencoba menerapkan strategi tertentu untuk mencapai hasil optimal. Dari pengertian di atas, tendangan pinalti dalam sepakbola bisa dilihat sebagai bentuk aplikasi dari teori permainan.

Berdasarkan teori permainan, tindakan yang paling optimal dari seorang pemain dan penjaga gawang adalah untuk senantiasa memastikan bahwa arah tendangan maupun lompatannya tidak bisa diprediksi oleh lawan. Salah satu hasil riset yang dilakukan oleh Ignacio Palacios-Huerta, seorang ahli ekonomi dari Universitas Brown, mengungkapkan bahwa dalam tendangan pinalti, para pemain sepakbola profesional telah benar-benar mampu mengaplikasikan teori permainan secara optimal.

Teori Keputusan

Dalam setiap pertandingan seorang pelatih sepakbola harus mampu memutuskan strategi yang paling tepat untuk bisa memenangkan pertandingan. Dia harus mampu menganalisa berbagai variabel yang ada, seperti kemampuan fisik dan mental dari tiap-tiap pemainnya, kelemahan dan kelebihan pemain lawan, berbagai kemungkinan strategi yang digunakan lawan, dan masih banyak variabel-variabel lainnya yang membuat analisis menjadi sangat komplek. Dalam matematika dan ekonomi terdapat suatu topik bahasan yang dikenal sebagai teori keputusan, yang membahas bagaimana seorang pengambil keputusan harus mengambil keputusan dan bagaimana cara menentukan suatu keputusan yang optimal.

Prozone

Salah satu syarat mutlak pengambilan keputusan yang optimal adalah keseterdiaan data yang memadai dan akurat. George Fuechsel, seorang teknisi di IBM, mengenalkan istilah Garbage In Garbage Out (GIGO), untuk menggambarkan kualitas dari suatu proses pengolahan data, semakin akurat data yang dikumpulkan semakin akurat pula hasil yang diperoleh dan sebaliknya. Menyadari pentingnya ketersediaan data yang akurat Ram Mylvaganam and Neil Ramsay dua orang pengusaha dan pencinta sepakbola melihat hal tersebut sebagai suatu peluang bisnis yang menjanjikan. Pada tahun 1998 mereka bersama-sama para ahli di bidang olahraga, matematika, dan tehnologi informasi menciptakan suatu sistem analisis pertandingan yang dinamakan Prozone dan sekaligus menggunakannya sebagai nama perusahaan mereka.

Sistem ini menggunakan 12 sensor yang ditempatkan di pinggir lapangan untuk memonitor setiap pergerakan pemain dan mengumpulkan data pertandingan secara akurat. Dari data yang terkumpul, sistem ini kemudian mampu memberikan analisis yang mendetail, yang kemudian menjadi salah satu elemen penting dalam merumuskan strategi pertandingan yang tepat. Saat ini, hampir seluruh tim di Liga Utama Inggris telah memanfaatkan Prozone dalam setiap pertandingan mereka.

Chelsea, ketika menjuarai Liga Utama Inggris 2004/2005 dan 2005/2006, juga Manchester United yang berhasil menjadi jawara tahun lalu, juga menggunakan sistem analisis pertandingan Prozone dalam upaya mereka merebut gelar juara. Sir. Clive Woodward, pelatih tim nasional rugbi Inggris ketika berhasil merebut Piala Dunia 2003, secara terang-terangan menyatakan peranan penting prozone dibalik kesuksesannya. Prozone juga memegang peranan penting dibalik kesuksesan tim nasional rugbi Afrika Selatan dalam merebut Piala Dunia 2007.

Prozone seperti halnya berbagai produk analis lainnya hanyalah bahan dasar dari suatu proses perumusan strategi atau pengambilan keputusan. Pelatih atau pihak yang bertugas merumuskan strategi dan mengambil keputusan tetap menjadi pemeran utama dalam menentukan apakah data hasil analisis tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal atau tidak.

Gimana nih Indonesiaku?? Gimana PSSI?? Teknologi udah makin maju aj, jangan malu-malu n selalu buka mata dong!! Update informasi penting kaya gini, jangan suka underestimate hal-hal yang dianggap sepele!!
Emank matematikawan/wati cuman bisa jadi guru?? Buang jauh-jauh deh pikiran sempit kaya getu!!

Buat teman-teman yag berada di ladang yang sama, BERSEMANGAT!!!

May 19, 2009

Memorable ever..

Filed under: celoteh — maydarizkyhapsari @ 2:39 pm

Dear mom and dad..
As time goes by..
Year by year, I have you getting older than before..
And I do too..
Till I’m twenty something,
I have never give you anything unless difficculty..
I always said to myself,
“Mayda, your parents are going older and older, why don’t you preparing yourself for your future? You can’t just lean against your father’s hands or crying on your mom’s shoulder always..!!”
But then, I realized its always about the long journey and it takes time..
There’s always risks waiting..
But, this is why I’m here..
I’m going to be a big girl, a woman, a someone, for me..
There’s always be my dream..
Someone to be proud of to my family..
To all of you..
My lovely family..

Then,
I asked god to bring you a peacefull life, health, happiness, patience, anything you desire, all the good thing is in your way..
From me and my brothers,
We’re promise to you to give you proudness and anything as you invest for..
Thanks for the time when we first cried, when we opened our eyes, when we first walked and run, when we had your shoulder ours, when we had your advice ours, when you always be ‘best parents ever’ in every second of us..
Thanks for the chance to be your liltle child, chance to grow up in the sufficiency and even more, chance to have our own decision, chance to be both sophisticated woman outside and strong man inside..
Thanks for all the topics we had, a really good one to get shared, and also a good listeners too..
Well, there’s no more we could give unless ‘a big amount of thanks’ and ‘a large bunch of sorry’ for keeping us here beside you..

For all the time we’ve spent and for the future we dreamed,
I will always love you..

April 30, 2009

ngetag

Filed under: Uncategorized — maydarizkyhapsari @ 2:50 am

David Hilbert dengan ‘23 Problems’-nya

Soal matematika? pusiiiing! Mungkin begitu tanggapan banyak orang jika ditanyai bagaimana sikap mereka jika menghadapi soal matematika. Meski demikian, soal dan matematika boleh dikata merupakan dua bagian yang melekat erat. Seseorang bisa mahir matematika dengan cara mengerjakan soal-soal yang cukup banyak dan variatif. Melalui soal-soal-lah seseorang dapat mengetahui ciri dan jiwa dari matematika itu sendiri.

Kini tahukah anda bahwa soal-soal bisa menjadi sesuatu yang sangat terkenal dan membawa pengaruh di kalangan para ahli matematika? adalah David Hilbert, seorang ahli matematika abad 20 yang mengumpulkan beberapa soal dengan tingkat kesulitan tinggi dan mempresentasikannya dalam Kongres Matematika Internasional pada tahun 1900. Ilmuwan yang juga dijuluki sebagai ahli matematika terbesar abad 20 ini mengemukakan “23 problems“, kumpulan soal sebanyak 23 buah dengan cakupan topik yang cukup luas. Mereka sebenarnya tidak murni berupa soal, beberapa di antaranya lebih tepat disebut topik riset. Salah satu di antara topik tersebut bahkan mencakup bidang fisika.

Pada mulanya Hilbert mengemukakan soal-soal tersebut tanpa jawaban sehingga memacu para ahli matematika untuk berlomba-lomba menyelesaikannya. Beberapa soal dapat dijawab dengan cepat, namun ada juga soal-soal yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Ini bukanlah hal yang aneh dalam dunia matematika, karena cara penyelesaian sebuah soal dapat mencakup beberapa konsep dan sudut pandang.

Apakah keduapuluh tiga soal tersebut saat ini sudah terjawab semuanya? Jawabannya adalah: BELUM. Satu abad lebih sudah berlalu, namun ada soal-soal yang masih menjadi misteri bagi para ahli matematika. Dari duapuluh tiga soal, saat ini tersisa dua soal yang masih belum terjawab. Mereka adalah Hipotesis Riemann dan pengembangan Teorema Kronecker-Weber, di mana keduanya merupakan topik dari salh satu cabang matematika yaitu Teori Bilangan. Soal pertama merupakan soal yang sangat terkenal dan menyangkut distribusi bilangan prima, di mana bilangan prima sendiri merupakan salah satu misteri besar di dunia matematika. Begitu terkenal dan berpengaruhnya soal ini, hingga Hilbert sendiri berkomentar bahwa jika dia sudah meninggal dan dapat bangkit dari kematian, dia pertama kali akan bertanya apakah Hipotesis Riemann sudah terselesaikan!

23 problems bukanlah satu-satunya kumpulan soal yang terkenal. Di millennium ke-3 ini, sebuah organisasi matematika bernama Clay Mathematics Institute meluncurkan tujuh buah soal yang dikenal dengan Millenium Prize Problems. Sama seperti sebelumnya, soal-soal tersebut pada mulanya belum mempunyai penyelesaian dan saat ini satu dari ketujuh soal telah terselesaikan oleh ahli matematika Rusia, Grigori Perelman. Satu hal yang membedakan kumpulan soal ini dengan keduapuluh tiga soal terdahulu adalah adanya hadiah sebesar satu juta dolar bagi yang pertama kali dapat memecahkan soal tersebut. Melihat perkembangan ini, bukan tidak mungkin di masa mendatang akan muncul soal-soal baru yang tak kalah “pamor”nya dibanding dengan yang ada sekarang ini. Para ahli matematika akan tetap sibuk dan bahkan semakin sibuk untuk berkarya dalam matematika.

March 18, 2009

From cafe to cafe..

Filed under: Uncategorized — maydarizkyhapsari @ 3:40 pm

Here we are..
From Momento to Rumah Coklat and back to Kavika..
Bener-bener ngajakin buang duit..
Tpi ada bagusna jga c..
Jdi tau gmana rasanya makan enak, gag cman ngandang aj dkosan makan Ramli atw Cak Anto..
Brarti seminggu besok kudu ke tempat Mas Ulil..
Hho..

Older Posts »

Blog at WordPress.com.