Dariku dan Untukku..

Dariku dan Untukku

Seperti pohon..
Ketika cuaca beralih, dari dingin ke panas atau sebaliknya, dia terus bertahan
Ketika hujan dan halilintar bersahut-sahutan meneriakinya, dia tak bergeming
Ketika angin berhembus kencang, sekuat-kuatnya akar menahan pijakannya pada bumi

Dan seperti pohonpun..
Ketika dia membutuhkan nutrisi, batangnya melemah menunjukkan ketidakberdayaannya
Ketika dia membutuhkan cahaya matahari, daunnya menguning menyampaikan perasaannya
Ketika dia membutuhkan air, akarnya memanjang isyarat mencari pertolongan

Mungkin dia akan mati besok, setelah kemarau lewat..
Mungkin dia akan mati hari ini ditebang oleh pengunjung liar..
Mungkin..
Tapi selama masa hidupnya dia telah berusaha sekuatnya akar, batang, dan daunnya..

Aku terbangun dari mimpi panjang tentang hidupku, dan aku tersadar telah mati oleh apa yang menjadi pikiranku sendiri. Pikiranku menua jauh melebihi pergerakan tangan dan kakiku, sementara mereka yang telah mati hanya bisa diam. Pendek kata, aku telah mematikan ragaku di luar kesadaranku dan menghidupkan jiwaku beberapa tahun lebih tua dari waktuku saat ini. Mereka yang merasa mengerti akan mengangguk-angguk dan berasumsi, sisanya akan tertawa atau hanya diam. Aku bisu saat mereka bicara, aku bicara saat mereka diam. Bahkan terkadang, aku terlalu banyak bicara. Diam atau bergerak, diam atau berbicara, bahkan diam atau mati. Ini adalah peringatan untuk diriku sendiri untuk berusaha sebaik-baiknya dalam menghadapi tantangan.Berjalan dalam keyakinan atau mati karena pemikiran. Cheers!!

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 229 other followers