Aku dan wordpress..
13 Nov 2009 Leave a Comment
Sekian lama berkutat dengan facebook, plurk dan twitter,
asyik masuk dengan sapa singkat lewat comment dan status,
menikmati warna warni onlineshop,
dan kamu terlupakan sayangku..
Sampai teringat kembali,
kuketikkan username dan passwordmu,
bahkan aq masi salah memasukkan detilna,
dan kamu memang benar benar terlupakan sayangku..
Sederhana memang..
Sepele..
Tapi kamu gag pernah sepele buatq..
Kmu adalah aku…
Kmu adalah warna warniku..
Kmu memiliki 7 hari dalam seminggu aktifitasku..
Dan aq menyayangimu..
I love you wordpress..
Tersadar..
14 Apr 2008 1 Comment
130408..
Kamu sukanya apa? Dari situ kan kita bisa tau kamu cocok ma kegiatan kayak apa.
Sekelumit pertanyaan dari mbak Ka’ membuatq tersadar bahwa aq telah melupakan beberapa bagian dari diriq. (Lebaiiiiiii..)
Aku bahkan gag tau kalo kamu bisa main organ..
Dan hal itu termasuk salah satunya.. Abis aq juga gag bisa-bisa amat koq, n lagian juga gag mungkin kan bawa2 organ ke kosan..Gila aja!! Laptop aja masih ilegal.. Xixii.. Tapi ternyata bukan itu aja yang terlupakan, aq bahkan melupakan kegiatanq menulis.. Aq suka banget nulis.. Dimanapun dan tentang apapun..
Jadi inget dulu waktu masi muda, cuiiiiii.. Waktu itu dalam perjalanan luar kota, entah Bekasi-Kudus atau sebaliknya (mudik getu..), di kursi belakang nemu kertas gambar A3.. Dan, yang kulakukan bukan membuat ilustrasi berupa gambar, tapi justru tulisan. Seingetku, yang kutulis waktu itu adalah seputar hal-hal yang aku temui sepanjang perjalanan. Selembar A3 dan semua kalimat dihabiskan dalam dua halaman penuh. Wah, dah kayak ujian ngarang bahasa Indonesia aj tuw!! Padahal waktu itu mungkin masih SD.
Aq juga punya 3 buah diary. Yang satu khusus buat nulis lirik lagu n yang duanya lagi buat nulis kegiatan sehari-hari. Gag banyak hal yang bisa diceritain. Paling topiknya seputar itu-itu aj, masalah cewek. Bukan diary tentang sesuatu hal yang spektakuler.
Aq juga punya kumpulan kertas-kertas yang kubendel jadi satu. Semuanya isinya berbentuk puisi. Sedikit yang masih tersisa, kebanyakan dan terlupakan atau malah terbuang sia-sia.
Dan sampai sekarang aq dah punya laptop pun, aq justru semakin jarang menulis. Paling juga laptopna buat nulis bloq di FS yang isinya gag penting n sekarang malah dcrack orang. Atau laptopnya dinyalain cuman kalo mo ngerjain tugas, maen gem nonton muvi, n ndengerin winamp atw wmp. Penggunaan yang gag maksimal deeee..!!
Sebenernya aq suka benget nulis sesuatu, apapun itu. Karena menurutku gag semua hal bisa digambarkan oleh tarian lidah, cuiiii. Beberapa hal lebih baik disimpan atau mungkin digantikan oleh pertunjukkan tarian pena. Well, itu semua c tentang pilihan.
Jujur, aq tipikal orang yang kalo ngomong gag pernah diatur. Beberapa pernah menyinggung langsung ke aq dan banyak dari mereka justru mengumpat di belakang. Dan, lagi-lagi itu semua tentang pilihan.
Semester 1 aq pernah ikut organisasi pers mahasiswa, itu semua karena rasa ingin tau dan aku tau pasti nantinya akan ada perasaan nikmat atas keingintahuanku itu. Dan memang benar itu terjadi. Cuma sebentar aq mampir di organisasi ini, aq memutuskan untuk keluar perlahan. Tadinya bukan direncanakan, tapi justru karena kesibukan di tempat lain. Dan kupikir lagi, sudah banyak otak yang bekerja di dalamnya, dan aq merasa tidak mampu bersaing dengan otak-otak yang kritis itu. Minderan c.. Tapi bahkan, dengan waktu yang sangat singkat itu, aq mendapatkan banyak hal untuk dipelajari. Tentang bagaimana mengungkapkan suatu peristiwa, atau pencarian tentang suatu kebenaran, bahkan membuatq untuk bersikap apatis terhadap sesuatu hal. Bukan hanya tentang pers itu sendiri, tapi juga membuatku harus lebih sadar dan peka terhadap apa-apa yang terjadi belakangan dan lingkungan sekitar. Membuatku menghargai pentingnya waktu dan hubungan dengan banyak orang. Dan masih banyak lagi.
Apapun yang kutulis hari ini adalah untuk mengingatkanku agar lebih banyak membaca untuk banyak menulis. Tentang apapun dan dimanapun. Karena itu semua adalah salah satu dari jawaban pertanyaan seorang teman di atas.
Semangad slaluw!!!
Memori di Taman Kuliner..
14 Apr 2008 Leave a Comment
in celoteh Tags: Add new tag, friendship, mayda
If one day you feel like crying, call me..
I don’t promise that I will make you laugh, but I can cry with you..
I one day you want to run away, don’t be affraid to call me..
I don’t promise to ask you stop, but I can run with you..
If one day you don’t want to listen anymore, call me..
I promise to be there with you and I promise to be very quite..
Because you’re my friends and I love you..
But if one day you call me and there’s no answer,
Come fast to see me, maybe I need you..
Because when I have unsolved problem,
There’s nothing more I want than you to be my side..
If One Day
_Anonymous_
You just called out my name and you know wherever I am..
I’ll come running, to see you again..
_McFly_
110408
20:00-21:30
Di dalam keramaian Taman Kuliner..
Malam itu kami,
Tony, Bintan, Free, Bayu, Henny, Andri, dan aq sendiri berkumpul di Taman Kuliner dan tambahan Desi Yang dihubungi melalui ponsel. Jujur, kupikir tadinya malam itu akan seperti jam-jam biasa dimana kita berkumpul dan ngobrol ngalor ngidul tentang banyak hal yang paling nggak penting di dunia, ngomongin orang, bersungut-sungut atas nilai MID dan pasti makan minum sampai kembung..
Hahaa..
Tapi tenyata, setelah personil terakhir datang, aq setengah terkejut bahwa beberapa menit kemudian, Free mengambil alih posisi layaknya seorang pimpinan sidang. Membuka forum malam itu dengan salam. Semua menjadi jelas. Apa yang menjadi tujuan kami malam itu, duduk di atas tikar berukuran kurang lebih 2×2 meter di tengah hamparan padang rumput di sudut Taman Kuliner yang sedikit gaduh.
Ada hal-hal yang berubah. Banyak atau sedikit. Sadar atau tidak.
Pertambahan usia serta pertambahan tinggi badan (bagi yang mengalaminya), mengajak kami untuk bersikap lebih dewasa. Agak dipaksakan mungkin. Dan, semua itu membawa dampak yang tidak sedikit bagi kami dan lingkungan di sekitar kami.
Fakultas MIPA UGM sebagai saksi pertemuan kami. Banyak keriangan yang disenandungkan, banyak kenangan yang tak mungkin terabaikan, dan banyak ego yang sengaja diperlihatkan. Mulai dari Matrix 06 dan 07, Survei, Himacup, Rawa Jombor, Prambanan, Pantai Depok, buka puasa bersama, Yogya Chicken, tongkrongan lesehan depan Boulevard, Kali Code, Langgran dan masih banyak lagi adalah saksi dimana ikatan benang merah melilit di antara kaki-kaki kami. Banyak oknum-oknum yang tidak bisa disebutkan satu persatu ikut melilit di antara benang merah yang terjalin ini. Sebut saja beberapa di antaranya adalah Babab, Ninis, Titis, Hari, Ridho, Dicky, Uthe, Sigit, Friska, Poy, Pipink, Arda, Gatih, Lanny, Meky, Marchel, Gatih, Ari2 dan teman-teman Matematika dari berbagai angkatan (maaf untuk yang belum tersebut namanya). Jodoh telah mempertemukan kita.
Tahun ini, 2008, kebanyakan dari kami akan genap berumur 20. dan lagi-lagi kedewasaan dituntut dari usia kami, meskipun sebenarnya usia bukan menjadi tolak ukur suatu kedewasaan. Dan malam ini, kami kembali merajut benang-benang merah yang membelit dan nyaris membuat kami terjungkal (halah, lebai..).
Ke-aku-an telah membawa kami kepada tiitik dimana kebersamaan tidak lagi terasa begitu hangat dan nyaman, sedikit yang berbicara, seolah hanya kait-kait yang dipaksakan. Kami adalah komunitas, keluarga, teman atau persetan dengan segala macam sebutan itu. Malam ini tidak ada lagi “Tim Survey” dan “Trio Kwek-Kwek”,. Malam ini hanya ada kami yang salling merindukan kehangatan.
Banyak keluh kesah yang terlontar, beberapa makian sempat terucap, tak ubahnya karena kami masih terlalu muda untuk menjadi dewasa. Banyak kejujuran yang tersampaikan dan pembenaran yang diajukan, karena tak ubahnya manusia yang kerdil, kami sesungguhnya adalah indididu yang dipersatukan. Tujuh otak, tujuh lidah, dan tujuh perasaan seakan beradu disulut genderang perang. Ada yang memancing penyataan, ada yang menagkis dengan penjelasan, ada yang diam dan mendengarkan, bahkan ada pula yang menjatuhkan bulir-bulir air mata (asal tau aja siapa orangnya.;p).
Jika aq boleh memilih warna untuk malam itu, aq akan pilih merah untuk nyala api yang membakar hati kami dalam mengungkapkan kekesalan dan biru sebiru samudra untuk kelegaan atas pengungkapan segala kejujuran serta coklat untuk tanah demi tanah yang akan kami tapaki bersama di keesokan..
Aku berharap, malam itu akan jadi malam terkenang dimana benang-benang merah ini terajut kembali. Emosi yang masih tertahan biarkan terbawa bayu di keesokan paginya atau menguap di teriknya matahari esok siangnya. Kita akan menjadi yang takdir yang Dia ciptakan dalam kebersamaan.
Mari kita mendayung di perahu yang sama meskipun kita terhenti di pelabuhan yang berbeda,
Mari kita egois atas idealisme kita karena itulah kekayaan seorang mahasiswa,
Mari kita melantunkan syair-syair cinta yang memperkuat perjodohan kita,
Mari kita berjuang bersama di tengah rimba Matematika yang menjerat kita,
Mari kita berbagi keluh dan bertukar peluh untuk menaklukan bumi pijakan kita,
Mari kita berkawan sampai surga telah sampai waktunya untuk menjemput kita.
With luv,
_May_




Comments