Teman-teman, aq berkepala dua..


Aku tidak berpikir aku akan banyak berubah. Namun, aku terus meyakinkan diriku sendiri bahwa aku tidak ingin seperti kemarin.
Tahun ini, aku menginjak usia 20, telah banyak yang terjadi setahun belakangan. Bukan lagi-lagi membahas tentang kesakitan. Tidak, bukan itu! Banyak sekali yang berubah. Lingkungan tempatku tinggal dan beraktivitas (tarif kos2an naik 25k/bulan), teman senasib sepermainan, mata kuliah dan dosen pengajarnya yang dalam setahun belakangan banyak yang telah kembali ke haribaan yang kuasa (semoga diterima di sisiNya), dan aku sendiri (indeks prestasi, kemampuan, cara pandang, warna, model rambut,  pacar mungkin;p).
Hmm, dalam beberapa kesempatan dan perbincangan yang teramat dalam dengan beberapa kawan, aku mengumpulkan semuanya dalam satu paragraf. Bahwa perubahan tidak lain adalah hubungan sebab akibat atau bahkan timbul dari suatu keterpaksaan. Perubahan adalah sesuatu yang akan selalu dipertanyakan mengapa. Dan bahkan ketika sesuatu atau seseorang tidak mengalami perubahan baik di saat yang diharapkan sudah banyak berubah, tetap saja dipertanyakan. Dan, pertanyaan selanjutnya adalah… Mengapa beberapa orang merasa perlu mempertanyakan mengapa terjadi perubahan? Dan akan selalu berkutat dengan hal itu seperti lingkaran setan.
Huff, capek ah!
Pada dasarnya aku percaya, apapun itu, terjadi sedemikian sehingga pada waktu yang telah ditetapkan, untuk mempersiapkan kita pada suatu peperangan.
Dan aku yang baru saja memasuki usia 20, telah melihat begitu banyak korban dalam peperangan itu, namun aku belum terjun ke dalamnya. Aku, yang masih sangat polos (huek), seperti kepompong yang baru bangun dari tidur panjangnya, masih merasa kecil untuk bermimpi dan merasa kuat bertahan dalam peperangan.  Aku, dalam keangkuhanku, tetaplah merunduk saat dihadapkan pada kenyataan bahwa peperangan itu tidak lain adalah perang antara kesombongan kesombongan lain dalam diriku.
Aku, mengenali diriku sendiri dalam versi egois anak-gadis-yang-merasa-segala-tau sebagai pribadi yang berlapis-lapis. Seperti bawang bombay. Bahkan, ketika aku menyadari bahwa sehalaman penuh tulisanku penuh dengan kata ‘aku’, aku semakin yakin akan keegoisanku. Dan ketika ada yang bertanya atau menuntut perubahan dari keegoisan itu, aku hanya akan bersikeras bahwa itu adalah watakku. Egois bukan?! Kembali ke episode pribadi berlapis-lapis, maksudnya adalah pribadi yang melindungi pribadi lain di baliknya. Bayangkan lapisan luar bawang yang sudah kotor terkena tanah, kemudian kita buka lapisan luar itu dan menemukan lapisan baru yang lebih bersih, dan begitu terus selanjutnya. Namun bedanya, dalam versi bawang bombay, ada satu titik dimana lapisan itu habis. Sementara, pribadi berlapis akan terus berlapis-lapis tiada habis. Hipotesisku.
Kenikmatan yang diperoleh dari episode pribadi berlapis adalah, kita bisa menjadi pribadi yang menipu. Banyak orang berpikir (atau bahkan aku sendiri), mengenal dengan baik sosok yang sedang berbicara dengan mereka, namun ternyata yang kita kenali hanyalah sepersekian dari pribadi tersebut. Dan dari sini, aku membawa versi episode berlapisku ke tingkat yang lebih umum, bahwa sesungguhnya semua orang memiliki pribadi yang berlapis-lapis. Dan merujuk ke topik awal kita, hal inilah yang memancing adanya perubahan, minimal dari diri kita sendiri.
May yang kemarin adalah aku yang banyak berbicara tentang diriku, keinginanku, perasaanku, hasratku, kebencianku, dan segala hal dengan akhiran-‘ku’. Dan aku yang sekarang mencoba untuk lebih banyak mendengar (bukan menguping) tentang pengalaman dan pencapaian orang lain, lebih banyak berusaha bukan berkhayal (meskipun menyenangkan) dan belajar serta berbicara dengan mengurangi keangkuhan.
Aku percaya, baik antara keangkuhan dan kerendahan hati, keduanya adalah kekayaan mendasar makhluk bernyawa  yang harus disetir.
Sehalaman penuh tulisan ini kuharapkan mampu mengingatkanku akan kekerdilan mendasar ‘aku sebagai manusia’.
Selamat datang makhluk berkepala dua!!
Welcome to twenty!!

1 Comment (+add yours?)

  1. mybrainsgrowell
    Jul 07, 2008 @ 01:49:07

    yah.. selamat bergabung. wkwkw..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: