Secuil abu antara kita..


Tidakkah keinginan ini hanyalah secuil abu sayang..
Tidak hanya meminta..
Bahkan ingin membeli meski mahal..
Tapi terus kau genggam tanganmu..
Dalam kesombongan masa lalu..
Dalam ketakutan peluk kekasihmu dulu..
Tatap aq..
Lihat..
Dengar..
Perhatikan..
Mataku tepat memandang pupilmu,
mencari ‘ada’ku dalam ketiadaan..
Tanganku menggenggam jemarimu,
seiring tapakan kaki kita memanas-manasi bayu akan romansa yang mungkin palsu..
Bibirku hanya ingin menenangkanmu, mendendangkan lagu cintaku untuk rasa yang tanpa kusadar memang tertuju untukmu..
Dan waktu,
adalah saksi yang tak terbutakan,
bahwa sekian minggu bersama telah kita lukis dengan tawa..
Yang lagi lagi mungkin palsu..
Darimu..

Karena matamu tak pernah menatapku,
jemarimu menampik ‘ada’ku,
bibirmu menyakitiku..
Aq bernapas dalam sesak..
Tertatih dalam langkah..
Aq sakit..
Aq bertahan..
Aq mencoba berkompromi..
Tidakkah kau sadari sayang?
Sudah habis waktu utk bermain-main..
Karena waktu tak ingin tersia..
Dan tidakkah kau tau sayang?
Secuil abu pun ingin tahu bagaimana rasana diinginkan..
Bagaimana rasana jadi berharga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: