Mama mama.. Krisis global apa sih??


Singkat cerita, pada tahun lalu, tepatnya pada Agustus 2007 kemudian berlanjut sampai dengan Mei 2008. Lalu muncul lah harga komoditas yang menanjak naik. Termasuk harga minyak mentah yang sempat menyentuh level tertinggi hingga USD147 per barel.

Kondisi ini diiringi oleh pemberitaan media massa, mengenai kebangkrutan perusahaan-perusahaan di Amerika.

Maka, jelaslah dampak secara sistemik krisis mulai muncul di Indonesia. Tidak hanya itu saja, sistem keuangan di AS juga semakin parah.

Pemerintah dan pengusaha diminta bekerja sama dalam mengatasi krisis ekonomi nasional yang terus terserset hingga anjlok, akibat ekonomi global.

Menurut Chairman and Founder Lippo Mochtar Riyadi, kerja sama tersebut harus dilandasi rasa kebangsaan rasa nasionalisme yang kuat. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kebijaksanaan pemerintah serta iklim investasi di Indonesia bisa terpelihara.

Selain itu, dalam kondisi krisis seperti ini pemerintah perlu mengeluarkan kebijaksanaan blanket guarantee untuk menjamin 100 persen dana nasabah dan memberikan suntikan finansial untuk sektor riil, guna menciptakan keuangan di dalam negeri.

Pengusaha juga jangan gegabah untuk memutus kontrak sejumlah karyawan dan mengalihkan dana bank ke luar negeri. Krisis keuangan menuntut jiwa nasionalis para pengusaha. Bukan malah bertindak menyelamatkan kepentingan pribadi semata.
Krisis yang terjadi di Indonesia akibat krisis global, tidak akan lebih hebat dampaknya daripada krisis yang terjadi pada tahun 1998.

Krisis kali ini tidak melebihi krisis 1998, tapi akan menimbulkan lebih banyak pengangguran,” ujar pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy.

Hal ini, menurutnya adalah karena pada tahun 1998 industri sedang berkembang dengan sangat bagus. Sedangkan, sekarang ini kondisi industri tidak seperti itu.

“Sekarang ini industri sedang melemah, sehingga nanti yang berkembang adalah sektor yang menjual barang yang tidak bisa diperdagangkan kembali,” jelasnya.

Walaupun demikian, Noorsy menjelaskan, ancaman ke depan akan lebih dahsyat daripada pada tahun 1998 tersebut.

“Yakni, ancaman subprime mortgage seperti yang terjadi AS akan terjadi di Indonesia,” kata mantan komisaris Bank Permata ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, hal ini karena indutri manufaktur akan terus menurun, sehingga sektor informal membengkak. Selain itu, kredit macet akibat kartu kredit pun mempengaruhi. “Begitu juga dengan kredit motor dan kredit rumah melemah. Sementara itu impor membengkak serta ekspor turun,” jelasnya.

Mama mama..
Tambah gag ngertiiii..
Somebody help me please?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: