ngetag


David Hilbert dengan ‘23 Problems’-nya

Soal matematika? pusiiiing! Mungkin begitu tanggapan banyak orang jika ditanyai bagaimana sikap mereka jika menghadapi soal matematika. Meski demikian, soal dan matematika boleh dikata merupakan dua bagian yang melekat erat. Seseorang bisa mahir matematika dengan cara mengerjakan soal-soal yang cukup banyak dan variatif. Melalui soal-soal-lah seseorang dapat mengetahui ciri dan jiwa dari matematika itu sendiri.

Kini tahukah anda bahwa soal-soal bisa menjadi sesuatu yang sangat terkenal dan membawa pengaruh di kalangan para ahli matematika? adalah David Hilbert, seorang ahli matematika abad 20 yang mengumpulkan beberapa soal dengan tingkat kesulitan tinggi dan mempresentasikannya dalam Kongres Matematika Internasional pada tahun 1900. Ilmuwan yang juga dijuluki sebagai ahli matematika terbesar abad 20 ini mengemukakan “23 problems“, kumpulan soal sebanyak 23 buah dengan cakupan topik yang cukup luas. Mereka sebenarnya tidak murni berupa soal, beberapa di antaranya lebih tepat disebut topik riset. Salah satu di antara topik tersebut bahkan mencakup bidang fisika.

Pada mulanya Hilbert mengemukakan soal-soal tersebut tanpa jawaban sehingga memacu para ahli matematika untuk berlomba-lomba menyelesaikannya. Beberapa soal dapat dijawab dengan cepat, namun ada juga soal-soal yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Ini bukanlah hal yang aneh dalam dunia matematika, karena cara penyelesaian sebuah soal dapat mencakup beberapa konsep dan sudut pandang.

Apakah keduapuluh tiga soal tersebut saat ini sudah terjawab semuanya? Jawabannya adalah: BELUM. Satu abad lebih sudah berlalu, namun ada soal-soal yang masih menjadi misteri bagi para ahli matematika. Dari duapuluh tiga soal, saat ini tersisa dua soal yang masih belum terjawab. Mereka adalah Hipotesis Riemann dan pengembangan Teorema Kronecker-Weber, di mana keduanya merupakan topik dari salh satu cabang matematika yaitu Teori Bilangan. Soal pertama merupakan soal yang sangat terkenal dan menyangkut distribusi bilangan prima, di mana bilangan prima sendiri merupakan salah satu misteri besar di dunia matematika. Begitu terkenal dan berpengaruhnya soal ini, hingga Hilbert sendiri berkomentar bahwa jika dia sudah meninggal dan dapat bangkit dari kematian, dia pertama kali akan bertanya apakah Hipotesis Riemann sudah terselesaikan!

23 problems bukanlah satu-satunya kumpulan soal yang terkenal. Di millennium ke-3 ini, sebuah organisasi matematika bernama Clay Mathematics Institute meluncurkan tujuh buah soal yang dikenal dengan Millenium Prize Problems. Sama seperti sebelumnya, soal-soal tersebut pada mulanya belum mempunyai penyelesaian dan saat ini satu dari ketujuh soal telah terselesaikan oleh ahli matematika Rusia, Grigori Perelman. Satu hal yang membedakan kumpulan soal ini dengan keduapuluh tiga soal terdahulu adalah adanya hadiah sebesar satu juta dolar bagi yang pertama kali dapat memecahkan soal tersebut. Melihat perkembangan ini, bukan tidak mungkin di masa mendatang akan muncul soal-soal baru yang tak kalah “pamor”nya dibanding dengan yang ada sekarang ini. Para ahli matematika akan tetap sibuk dan bahkan semakin sibuk untuk berkarya dalam matematika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: