Between Game Theory and Football..


Teori Permainan

Dalam sepakbola, kita mengenal adanya tendangan pinalti bahkan kita juga mengenal istilah “drama adu pinalti” ketika kemenangan suatu tim tergantung dari berhasil atau tidaknya sebuah tendangan pinalti. Ketika terjadi tendangan pinalti, seorang pemain harus menghadapi penjaga gawang tim lawan dalam adu mentalitas.

Setiap pemain harus memutuskan ke arah mana dia akan menendang bola. Setelah seorang pemain menendang bola, umumnya hanya dibutuhkan waktu 0.3 detik sebelum bola tersebut masuk ke gawang dan untuk mampu menghadang bola tersebut seorang penjaga gawang harus memutuskan ke arah mana dia harus melompat bahkan sebelum bola tersebut ditendang. Lalu tindakan apakah yang paling optimal bagi pemain dan penjaga gawang?

Teori Permainan atau lebih dikenal sebagai Game theory, berperan untuk memberikan analisis matematika dari suatu permainan. Permainan disini adalah segala bentuk interaksi antar individu yang mencoba menerapkan strategi tertentu untuk mencapai hasil optimal. Dari pengertian di atas, tendangan pinalti dalam sepakbola bisa dilihat sebagai bentuk aplikasi dari teori permainan.

Berdasarkan teori permainan, tindakan yang paling optimal dari seorang pemain dan penjaga gawang adalah untuk senantiasa memastikan bahwa arah tendangan maupun lompatannya tidak bisa diprediksi oleh lawan. Salah satu hasil riset yang dilakukan oleh Ignacio Palacios-Huerta, seorang ahli ekonomi dari Universitas Brown, mengungkapkan bahwa dalam tendangan pinalti, para pemain sepakbola profesional telah benar-benar mampu mengaplikasikan teori permainan secara optimal.

Teori Keputusan

Dalam setiap pertandingan seorang pelatih sepakbola harus mampu memutuskan strategi yang paling tepat untuk bisa memenangkan pertandingan. Dia harus mampu menganalisa berbagai variabel yang ada, seperti kemampuan fisik dan mental dari tiap-tiap pemainnya, kelemahan dan kelebihan pemain lawan, berbagai kemungkinan strategi yang digunakan lawan, dan masih banyak variabel-variabel lainnya yang membuat analisis menjadi sangat komplek. Dalam matematika dan ekonomi terdapat suatu topik bahasan yang dikenal sebagai teori keputusan, yang membahas bagaimana seorang pengambil keputusan harus mengambil keputusan dan bagaimana cara menentukan suatu keputusan yang optimal.

Prozone

Salah satu syarat mutlak pengambilan keputusan yang optimal adalah keseterdiaan data yang memadai dan akurat. George Fuechsel, seorang teknisi di IBM, mengenalkan istilah Garbage In Garbage Out (GIGO), untuk menggambarkan kualitas dari suatu proses pengolahan data, semakin akurat data yang dikumpulkan semakin akurat pula hasil yang diperoleh dan sebaliknya. Menyadari pentingnya ketersediaan data yang akurat Ram Mylvaganam and Neil Ramsay dua orang pengusaha dan pencinta sepakbola melihat hal tersebut sebagai suatu peluang bisnis yang menjanjikan. Pada tahun 1998 mereka bersama-sama para ahli di bidang olahraga, matematika, dan tehnologi informasi menciptakan suatu sistem analisis pertandingan yang dinamakan Prozone dan sekaligus menggunakannya sebagai nama perusahaan mereka.

Sistem ini menggunakan 12 sensor yang ditempatkan di pinggir lapangan untuk memonitor setiap pergerakan pemain dan mengumpulkan data pertandingan secara akurat. Dari data yang terkumpul, sistem ini kemudian mampu memberikan analisis yang mendetail, yang kemudian menjadi salah satu elemen penting dalam merumuskan strategi pertandingan yang tepat. Saat ini, hampir seluruh tim di Liga Utama Inggris telah memanfaatkan Prozone dalam setiap pertandingan mereka.

Chelsea, ketika menjuarai Liga Utama Inggris 2004/2005 dan 2005/2006, juga Manchester United yang berhasil menjadi jawara tahun lalu, juga menggunakan sistem analisis pertandingan Prozone dalam upaya mereka merebut gelar juara. Sir. Clive Woodward, pelatih tim nasional rugbi Inggris ketika berhasil merebut Piala Dunia 2003, secara terang-terangan menyatakan peranan penting prozone dibalik kesuksesannya. Prozone juga memegang peranan penting dibalik kesuksesan tim nasional rugbi Afrika Selatan dalam merebut Piala Dunia 2007.

Prozone seperti halnya berbagai produk analis lainnya hanyalah bahan dasar dari suatu proses perumusan strategi atau pengambilan keputusan. Pelatih atau pihak yang bertugas merumuskan strategi dan mengambil keputusan tetap menjadi pemeran utama dalam menentukan apakah data hasil analisis tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal atau tidak.

Gimana nih Indonesiaku?? Gimana PSSI?? Teknologi udah makin maju aj, jangan malu-malu n selalu buka mata dong!! Update informasi penting kaya gini, jangan suka underestimate hal-hal yang dianggap sepele!!
Emank matematikawan/wati cuman bisa jadi guru?? Buang jauh-jauh deh pikiran sempit kaya getu!!

Buat teman-teman yag berada di ladang yang sama, BERSEMANGAT!!!

1 Comment (+add yours?)

  1. komay
    Apr 30, 2012 @ 18:41:14

    hmmm… mantaps. Salam kenal mba. Saya izin nyimak mba. lagi googling ttg pengantar game theory, nyangkut di blog mba. Awalnya baca slide dan nonton chunk videonya Yohav Shoham https://class.coursera.org/gametheory/lecture/index. Sayangnya ga begitu mengerti.. thanks buat tulisannya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: