Dan aku melapaskan basmallah di setiap perjalanan ini..


Tepat siang ini aku menemaninya makan di sebuah warung burjo (jangan tanya dimana!!). Dan aku memang persis hanya menemaninya, karena aku sedang berpuasa. Baru kali ini aku melihatnya begitu frustasi, bingung dan apalah namanya.
Sebagian dari kalian pasti mengalaminya, atau akan mengalaminya. Yah, tepat besok Jumat, 23 April 2010 dia akan melakukan sidang skripsi. Pendadaran, kompre, entah apa lagi namanya. Dan itu semua menggambarkan ekspresinya hari ini.
Well, actually it’s not only about today. Beberapa hari atau minggu belakangan menuju hari-H (sidang), dia memang sudah beberapa kali mengutarakan perasaan campur aduk itu. Dan entah mengapa, aku merasa tidak melakukan banyak untuk membantunya.
Aku menawarkan untuk membuatkan bekal, atau menemaninya sebelum berangkat, dia menolak. Bahkan hari-hari sebelumnya aku sudah diminta untuk tidak menunggunya semasa sidang.
Aku hanya ingin berbagi sedikit perasaanku tentang hal ini. Aku hanya sedikit merasa tidak berarti karena tidak membiarkan dirinya bergantung padaku. Ini bukan hanya soal hari ini saja kok.
Di sisi lain terkadang aku bersyukur karena dia sanggup menggunakan segala akalnya untuk menyelesaikan masalah. Dan aku sungguh bangga akan hal itu.
Tapi sayaaaaang..
Sekali saja coba letakkan kepalamu di bahuku. Supaya aku tahu seberapa besar artiku dalam hidupmu.
Terlepas dari egoku yang sekelumit ini, aku berharap yang terbaik untuk dia. Untuk sidangnya di hari Jumat, untuk hari-hari setelah hari Jumat, untuk semua rencana besarnya. Berilah kemudahan untuk sidangnya dan waktu yang tidak terlalu lama untuk manusia memberikan keputusannya. Dan berilah buah yang pantas dari semua jerih payahnya.
Ya Allah, aku tau kami berbeda, tapi ijinkan aku menyampaikan keinginannya padaMu. Dan bukankah kami semua sama di mataMu. Maka perkenankanlah kebahagiaan itu di tangannya. Jika memang belum waktunya, berikanlah kesabaran tiada batasnya serta rasa syukur yang dia panjatkan dalam hatinya. Karena dia juga sesungguhnya mencintaimu dengan caranya.
Amiiinn..
Terimakasih untuk waktu-waktu untuk mendengar permintaan kami. Karena sesungguhnya hanya kepadaMulah kami meminta dan memohon ampunan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: