1 Desember 2010


Setiap kali saya terbangun, seolah setiap hari adalah hari yang sama.
saya merasa semuanya tidak berubah, belum berubah..
Saya masih merasakan perasaan yang sama,
saya masih mengingat orang yang sama,
saya masih memandang album yang sama,
saya masih mengingat kenangan yang sama,
saya masih menyebutkan nama yang sama,
saya masih berada di jalan yang sama.
Dari semuanya ada satu hal yang pasti berubah.
Anda sudah tidak lagi dengan saya.

Saya berusaha memahami posisi saya, posisi anda, dan semua yang terjadi belakangan.
Dan itulah yang membuat saya bertahan dalam diam dengan sesekali raungan.
Tahukah anda bahwa ini tidak mudah?
Ah, anda bahkan sudah tidak peduli lagi.

Saya dan anda tahu bahwa kebersamaan yang dibina tidak akan selamanya, dan untuk itulah
masing-masing berusaha membuat setiap detilnya menjadi indah.
Begitu banyak hal yang terjadi, begitu banyak hal yang harus dikorbankan justru
membuat perubahan ini menjadi teramat tidak mudah.
Dan kali ini saya benar-benar tidak berlebihan.
Saat semuanya terjadi, saya selalu meyakinkan diri saya sendiri bahwa ini bukan mimpi.
Perubahan telah menampar saya.
Saya tidak dapat menerima kenyataan.

Kemudian, saya mulai belajar menepis semua pertanyaan, sedikit demi sedikit.
Saya mulai menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan penting dan sama sekali tidak penting.
Saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.
Saya bertahan seperti apa yang anda lakukan.
Tetapi saya bertahan dengan kesendirian.
Dan saya merasa jauh lebih lebih hebat dari anda yang begitu sibuk mencari.

Mmmm, sejujurnya itu membuat saya terluka lebih dalam lagi.

Tapi lihatlah bagaimana Tuhan saya membawa saya pada kekuatan yang begitu besar ini.
Saya sangat bersyukur bahwa saya tidak pernah sendiri.

Dengan ijinNya, saya bertemu anda.
Dan dengan kehendakNya lah, saya harus berpisah dengan anda.

Kesempatan yang singkat ini telah mengajarkan pada saya tentang arti memiliki.
Benar-benar memiliki sesuatu dan berusaha menghargai sesuatu.
Peliknya, saya yang dulu begitu egois.
Hai lelaki, adakah saya pernah menyakiti hati kalian?
Karena hal ini ternyata bisa begitu menyakitkan. Sungguh.
Maafkan saya untuk semua yang telah lewat.

Kemudian kali ini saya diberikan ujian lain untuk untuk diselesaikan.

Kehilangan mungkin akan membuat saya berpikir seribu kali untuk memiliki.
Mungkin..
Masih mungkin..
Tetapi kehilangan jelas membuat saya lebih berhati-hati.

Saya akan baik-baik saya dan Tuhan bersama saya.

Tuhan saya sangat baik pada saya.
Dia memberikan ujian pada keluarga saya, dan Dia mendatangkan anda untuk menggandeng tangan saya.
Dan kali ini ujian saya adalah anda dan keluarga saya.
Tuhan membiarkan saya belajar sendiri untuk melihat dan mendengar.
Dibukakan olehNya satu per satu kebenaran.
Dibiarkan olehNya suara-suara yang berbisik pelan.
Supaya saya diam.
Supaya saya tidak hanya mendengar raungan diri saya sendiri.
Supaya saya menilai, memilah, dan keluar dari belenggu yang saya ciptakan sendiri.
Demi langit bumi dan segala isinya, ini tidak mudah.

Tetapi Tuhan saya benar-benar menjawab setiap doa saya.

Tuhan tahu bahwa saya sangat lemah, sehingga Beliau memberikan pelajaran ini pada saya.
Dia mengambil kembali apa yang telah Dia berikan tepat pada saat saya benar-benar menginginkannya.
Dia ingin kembali mengingatkan saya.
Apa-apa yang ada di dunia adalah milikNya dan akan kembali kepadaNya.

Dan pemikiran ini telah membawa saya jauh, sangat jauh ke depan.
Kehilangan ini menjadi urusan sepele.
Saya memiliki orang tua yang sangat menyayangi saya,
saya memiliki adik-adik yang peduli pada saya,
saya memiliki teman yang senantiasa mengulurkan tangannya untuk saya,
saya memiliki lebih dari apa yang saya inginkan.
Saya terbuai.
Dan saya terlupa, bahwa semua yang saya miliki tidaklah selamanya bersama saya.
Bagaimana kalau ternyata orang-orang yang berada di dekat saya, benar-benar meninggalkan saya?
Selamanya…

Hanya Dialah, Allah SWT yang akan selalu bersama saya.
Beliau sedang mempersiapkan saya pada rencana besarnya.
Dan saya meyakininya.

Ya Allah..
Terimakasih untuk rasa sakit dan pedih yang begitu menyesakkan.
Terimakasih untuk air mata yang tertahan ataupun yang melegakan.
Terimakasih untuk tamparan yang begitu membekas.
Terimakasih untuk kegilaan dan kebodohan yang lewat.
Terimakasih untuk kewarasan yang terkadang lenyap sesaat.
Terimakasih untuk benda-benda penuh kenangan yang terkadang mengaburkan pandangan.
Terimakasih untuk ingatan dengan kapasitas tak-terbatas-gigabyte yang begitu tajam.
Terimakasih untuk malam-malam panjang yang saya lewati dengan mata terbuka.
Terimakasih untuk telinga-telinga yang menjadi pendengar setia kegalauan.
Terimakasih untuk membuat saya tetap berpikir panjang sebelum bertindak.
Terimakasih untuk kebencian yang tidak pernah berkunjung datang.
Terimakasih untuk kekuatan yang begitu luar biasa ini.
Terimakasih untuk kembali mengingatkan cintaMu yang paling nyata dan abadi.
Terimakasih untuk segala hal yang tidak tersebut.

Terakhir,
terimakasih untuk celetukan seorang dosen statistik yang sangat khas,’Anda masih dengan saya?’ sebagai inspirasi tulisan ini.

Tulisan ini sebagai reminder pada diri saya sendiri, bahwa semua yang terjadi memang sudah seharusnya.
Karena terkadang, rasa sakit dan kepedihan membuat saya benar-benar tersesat.
Bismillahhirahmannirrahim..

4 Comments (+add yours?)

  1. purwanachandra
    Dec 08, 2010 @ 15:01:58

    pak zulaelakah nama dosen itu?hehe
    tetep semangat mbak..!

    Reply

  2. heri
    Dec 24, 2010 @ 02:41:24

    selamat kita memasuki bulan desember!

    Reply

  3. Uha
    Mar 27, 2011 @ 03:49:37

    Ayo mbak di update lagi😀

    Reply

  4. Mat Random Eror
    Nov 29, 2011 @ 06:39:13

    sentuhan kejujuran dan
    kepahitan yang begitu terasa
    Terimakasih telah berbagi

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mayda on Twitter

RSS Simply ask me..

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: